Perbedaan Bpjs Ketenagakerjaan Dan Jht

perbedaan bpjs ketenagakerjaan dan jht terbaru

Iuran

bpjs ketenagakerjaan kesehatan perbedaan glints lowongan infographic

Iuran merupakan salah satu perbedaan mendasar antara BPJS Ketenagakerjaan dan JHT. Skema iuran untuk kedua program ini berbeda, baik dari segi besaran maupun pihak yang bertanggung jawab atas pembayarannya.

Untuk BPJS Ketenagakerjaan, iuran dibagi menjadi empat program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP). Besaran iuran untuk masing-masing program ini adalah:

  • JKK: 0,24% – 1,74% dari upah
  • JKM: 0,30% dari upah
  • JHT: 2% – 5,7% dari upah
  • JP: 2% – 6% dari upah

Sedangkan untuk JHT, iuran dibayarkan sebesar 5,7% dari upah, di mana 3,7% dibayarkan oleh pemberi kerja dan 2% oleh pekerja.

Dalam hal tanggung jawab pembayaran, untuk BPJS Ketenagakerjaan, iuran dibayarkan oleh pemberi kerja dan pekerja, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara untuk JHT, iuran dibayarkan oleh pemberi kerja dan pekerja, masing-masing sebesar 3,7% dan 2% dari upah.

Pencairan Dana

jht perbedaan ketenagakerjaan bpjs

BPJS Ketenagakerjaan dan JHT menawarkan skema pencairan dana yang berbeda, bergantung pada tujuan penggunaan dan ketentuan yang berlaku.

Perbedaan utama terletak pada jangka waktu pencairan dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengakses dana tersebut.

Persyaratan Pencairan

  • BPJS Ketenagakerjaan: Dapat dicairkan sebagian atau seluruhnya setelah memenuhi syarat tertentu, seperti PHK, pensiun, cacat total tetap, atau meninggal dunia.
  • JHT: Hanya dapat dicairkan setelah mencapai usia pensiun (56 tahun) atau memenuhi persyaratan tertentu, seperti PHK atau cacat total tetap.

Jangka Waktu Pencairan

  • BPJS Ketenagakerjaan: Jangka waktu pencairan bervariasi tergantung pada jenis klaim. Misalnya, klaim PHK dapat dicairkan dalam waktu 1-2 minggu, sedangkan klaim pensiun membutuhkan waktu lebih lama.
  • JHT: Jangka waktu pencairan umumnya lebih lama, sekitar 1-3 bulan, karena harus melalui proses verifikasi dan persetujuan dari pihak terkait.

Contoh Kasus

perbedaan bpjs ketenagakerjaan dan jht terbaru

Berikut contoh kasus nyata yang menggambarkan perbedaan antara BPJS Ketenagakerjaan dan JHT:

Pekerja PHK

  • BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan berupa Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) kepada pekerja yang mengalami PHK.
  • JHT dapat dicairkan setelah pekerja berusia 56 tahun atau mengundurkan diri dari pekerjaan.
  • JP dapat dicairkan setelah pekerja memasuki usia pensiun (56-65 tahun) dengan syarat telah memenuhi masa iur tertentu.
  • JKK memberikan perlindungan berupa santunan, biaya pengobatan, dan rehabilitasi bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.
  • JKM memberikan santunan kematian kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.

Pekerja Mengundurkan Diri

  • BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan berupa JHT dan JKM kepada pekerja yang mengundurkan diri.
  • JHT dapat dicairkan setelah pekerja mengundurkan diri dari pekerjaan.
  • JKM memberikan santunan kematian kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.

Related posts